MADIUN – Di balik bangunan heritage di Jalan Dr. Sutomo No. 53, Kota Madiun, kini tersaji aroma gurami bakar yang menggoda. Rabu (21/1/2026), Rumah Makan Jemani Spesial Gurami resmi dibuka, membawa cerita lama ke meja makan masa kini.

Bangunan tua yang dahulu nyaris terlupakan itu kini hidup kembali, menjadi ruang makan bernuansa rumahan yang hangat sekaligus instagramable. Bagi Kiagus Firdaus, sang owner, tempat ini bukan sekadar restoran, melainkan jembatan antara sejarah bangunan dan cita rasa kuliner lintas generasi.

“Kami ingin bangunan ini kembali bernyawa, lewat rasa yang sudah teruji. Karena itu kami menggandeng keluarga besar Rumah Makan Suminar dari Ngawi, yang sudah puluhan tahun dikenal dengan guraminya,” tutur Kiagus.

Kolaborasi tersebut menghadirkan Jemani dengan fokus utama gurami, ikan air tawar yang diolah secara tradisional. Kota Madiun dipilih bukan tanpa perhitungan. Sebagai kota Bakorwil dengan pertumbuhan kuliner yang pesat, Madiun dinilai memiliki pasar dan gaya hidup yang terus berkembang.

Namun Jemani tak hanya bicara gurami. Menu rumahan lain seperti rawon, urap-urap, ayam, lele, hingga aneka tumisan turut melengkapi sajian. Hasilnya, di hari pembukaan pun sudah muncul pelanggan setia yang kembali lagi, khusus untuk menikmati gurami.

Empat menu gurami menjadi bintang utama: gurami kuah khas Jemani, gurami bakar, gurami asam manis, dan gurami goreng. Semua diolah dari ikan segar langsung dari kolam, dimasak dengan teknik tradisional.

Chef Jemani, Iwan, menegaskan kesederhanaan justru menjadi kekuatan. “Kami menjaga rasa. Gurami segar, bumbu rumahan, dimasak tanpa banyak rekayasa,” katanya.

Keunikan Jemani tak berhenti di dapur. Restoran ini juga akan dikembangkan sebagai galeri kecil Adenanta Putra, pembalap motor profesional asal Magetan sekaligus cucu pemilik Rumah Makan Suminar. Tak jarang, Adenanta sendiri turun langsung membantu melayani pelanggan.

Konsep ini menjadi jawaban tren resto masa kini: rasa yang kuat, cerita yang hidup, dan visual yang menarik. Dengan area luas sekitar 3.600 meter persegi, parkir lega, serta harga ramah di kantong, Rumah Makan Jemani hadir sebagai ruang berkumpul baru bagi pencinta kuliner Kota Madiun.

Lebih dari sekadar tempat makan, Jemani menawarkan pengalaman tentang rasa, sejarah, dan kebersamaan dalam satu meja.