MADIUN — Polemik keberadaan dan operasional tower telekomunikasi milik PT Solusi Tunas Pratama (STP) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Sejumlah warga mengeluhkan terganggunya layanan jaringan seluler setelah tower tersebut disebut mengalami gangguan dan tidak lagi beroperasi secara normal. Gangguan jaringan tersebut dirasakan oleh pengguna beberapa operator, di antaranya Telkomsel, Smartfren, Axis, dan XL.
Salah satu warga, Wasono, mengaku jaringan Smartfren di wilayahnya mengalami gangguan sejak tower tersebut tidak beroperasi.
“Sejak tower mati, jaringan Smartfren tidak ada sinyal. Padahal sebelumnya lancar dan tidak ada masalah,” ujar Wasono.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat. Terlebih, jaringan telekomunikasi saat ini menjadi kebutuhan penting untuk berkomunikasi maupun menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.
Wasono pun mempertanyakan tanggung jawab perusahaan maupun penyedia layanan telekomunikasi terhadap konsumen yang terdampak akibat gangguan jaringan tersebut.
“Kalau jaringan terganggu karena tower tidak berfungsi, apakah tidak ada tanggung jawab dari pihak jaringan kepada konsumen?” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya. Namun, beberapa warga memilih tidak mengungkapkan identitas karena khawatir persoalan tersebut berkembang menjadi konflik dengan pihak-pihak terkait.
Warga berharap polemik mengenai tower tersebut segera mendapatkan penyelesaian. Mereka meminta pihak perusahaan, operator seluler, dan instansi terkait segera mencari solusi agar layanan telekomunikasi kembali normal dan masyarakat tidak terus menjadi pihak yang dirugikan.


Tinggalkan Balasan