Bangka Barat, – Belasan pemuda Desa Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat mengikuti kajian keagamaan bertema Sholawat Nabi, kewajiban menuntut ilmu, serta berbakti kepada orang tua yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kedisinian Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung di Mushola Al Hijrah, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Al-Ustadz Muhammad Reza Fauzan sebagai pemateri utama ini yang berlangsung Khidmat dan mendapat respons antusias dari seluruh peserta yang hadir.
Kajian yang dimulai pada pukul 18.10 WIB tersebut sengaja diadakan untuk mengingatkan kembali para Pemuda-pemudi Desa Simpang Yul akan tantangan zaman yang kerap melunturkan nilai-nilai agama, terutama dalam hal kecintaan kepada Rasulullah, semangat mencari ilmu, serta kesadaran berbakti kepada kedua orang tua.
Koordinator mahasiswa KKN Kedisinian Unmuh Babel Dimas Akbar Anugrah menjelaskan bahwa tema ini dipilih berdasarkan hasil observasi tim di lapangan.
“Kami melihat antusias pemuda di sini sangat besar, tetapi kurangnya Partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Maka dari itu, kami mengusung tema sholawat, ilmu, dan bakti orang tua karena ini adalah fondasi utama bagi pemuda,” ujar Dimas Akbar Anugrah
Al-Ustadz Muhammad Reza Fauzan dalam tausiyahnya menekankan bahwa ketiga tema tersebut merupakan pilar utama pembentukan karakter pemuda yang saleh.
“Bulan Maulid merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, marilah kita memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada beliau. Senantiasalah menyenangkan hati orang tua dan guru yang telah mendidik kita, serta jangan pernah berhenti belajar dan berusaha. Semoga kalian menjadi anak-anak yang sukses, berakhlak baik, dan mampu meraih cita-cita di masa depan. Aamiin.,” ujar Al-Ustadz Muhammad Reza Fauzan di hadapan para audiens.
Para pemuda yang hadir tampak sangat serius menyimak materi dan aktif mengajukan pertanyaan dalam sesi dialog interaktif.
Subary atau akrab dikenal dengan Pitung (33) salah seorang peserta mengaku mendapatkan pencerahan baru.
“Selama ini saya paham wajib berbakti, tapi belum paham bahwa bakti itu tetap wajib meskipun orang tua telah tiada. Terima kasih untuk Ustadz dan adik-adik KKN yang sudah mengingatkan kami,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Mushola (DKM) Al Hijrah Hamzah yang turut mendampingi jalannya acara, mengaku bangga melihat musholla-nya kembali ramai oleh aktivitas positif pemuda.
“Kami selaku pengurus mushola sangat mendukung penuh kegiatan ini. Kedepannya, kami siap berkolaborasi kembali dengan mahasiswa KKN untuk mengadakan kajian rutin bagi pemuda,” ucap Hamzah
Mewakili suara audiens secara kolektif, Ketua Karang Taruna setempat, Tantowi menyampaikan bahwa acara ini menjadi angin segar bagi generasi muda Simpang Yul.
“Kami berharap kegiatan seperti ini rutin diadakan agar pemuda di sini tidak terjerumus ke hal-hal negatif,” ujar Tantowi.
Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang waktu Isya ini ditutup dengan Doa, Sholat dan Makan bersama. Acara yang diselanggarakan oleh mahasiswa KKN Kedisinian Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung ini berhasil mempererat tali silaturahmi antar pemuda-pemudi di wilayah Simpang Yul, Kecamatan Tempilang, Bangka Barat.


Tinggalkan Balasan