NGAWI – Jabatan Sekretaris Desa (Sekdes) Sumbersari, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, mendadak ditinggalkan TW di tengah mencuatnya dugaan skandal yang menghebohkan warga. TW diduga menghamili seorang mahasiswi hingga melahirkan bayi perempuan. Tak lama setelah kabar itu mencuat, ia memilih mundur dari jabatan Sekdes dan kembali bertugas sebagai ASN di Kantor Kecamatan Sine.

Kepala Desa Sumbersari, Zwenly Setyo Pramono, membenarkan pengunduran diri tersebut. Menurutnya, TW telah melepas jabatan Sekdes sekitar sepekan lalu.

“Ya benar, dia sudah mundur dari jabatan Sekdes sekitar seminggu yang lalu. Dia ASN yang ditugaskan di desa kami,” ujar Zwenly, Jumat (24/7/2026).

Zwenly mengaku tidak ingin menutupi persoalan yang telah menjadi pembicaraan masyarakat. Ia menyebut kelahiran bayi tersebut memang menjadi fakta yang diketahui warga.

“Saya tidak menutupi, memang kenyataannya seperti itu. Anaknya juga sudah lahir,” katanya.

Lebih jauh, Zwenly mengungkapkan bahwa persoalan yang menyeret TW bukan kali pertama. Sebelumnya, yang bersangkutan juga pernah dipergoki warga bersama perempuan lain. Saat itu pemerintah desa masih berupaya melakukan pembinaan.

“Dulu pernah juga digrebek dengan perempuan dari desa lain. Saya sudah berusaha semaksimal mungkin membina, tapi sekarang saya memilih melepasnya,” tegasnya.

Perangkat Desa Sumbersari, Hari Tomi, menyebut pengunduran diri TW dilakukan sehari setelah mahasiswi tersebut melahirkan, sekitar 15 Juli 2026. Ia mengaku menjadi orang yang mengantar perempuan itu ke puskesmas karena awalnya mengeluhkan sakit perut.

“Saya yang mengantar, awalnya mengeluh sakit perut, ternyata melahirkan. Saya juga kaget. Bayinya perempuan cantik dan sehat,” ujarnya.

Menurut Hari Tomi, selama masa kehamilan perempuan tersebut jarang bergaul dengan warga sehingga kondisinya tidak banyak diketahui lingkungan sekitar. Ia menduga keputusan TW mundur merupakan langkah untuk meredam sorotan publik.

“Mungkin menghindari masyarakat, makanya mundur sehari setelah si perempuan itu melahirkan,” katanya.

Hari Tomi juga mengaku sempat menanyakan langsung kepada perempuan tersebut mengenai kehamilannya.

“Saya sempat tanya, kok bisa seperti ini. Dia bilang juga tidak tahu kalau hamil,” imbuhnya.

Di sisi lain, Camat Sine, Agus Dwi Narimo, menegaskan pihaknya belum dapat memastikan kebenaran dugaan tersebut. Kecamatan masih melakukan penelusuran karena belum menerima laporan resmi dari pihak perempuan maupun keluarganya.

“Kami masih menelusuri kebenarannya. Belum ada laporan dari pihak perempuannya. Kalau soal pengunduran diri dari jabatan Sekdes ya, yang informasi lainnya masih kami cari kebenarannya,” tegas Agus.

Pantauan di Kantor Kecamatan Sine menunjukkan TW kini telah bertugas sebagai staf. Hingga berita ini diterbitkan, TW belum memberikan tanggapan meski telah diupayakan konfirmasi secara langsung maupun melalui telepon dan pesan WhatsApp.

Kasus ini memicu sorotan masyarakat karena menyangkut dugaan perilaku seorang aparatur pemerintah desa. Meski dugaan tersebut telah ramai diperbincangkan, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari TW ataupun hasil penelusuran pemerintah yang memastikan kebenaran tuduhan tersebut.