LAMONGAN — Gelombang konsolidasi antara kekuatan sipil dan aparat negara semakin menguat. Sekitar 1.500 warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memadati Gedung Sasana Manggala Krida, Padepokan PSHT Cabang Lamongan, Kecamatan Sukodadi, Kamis (23/4/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.25 WIB tersebut menjadi momentum penting, bukan sekadar silaturahmi, melainkan penegasan sikap bersama untuk menjaga stabilitas daerah dan melawan segala bentuk provokasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut unsur TNI-Polri, di antaranya Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, Kabag Ops Kompol Budi Santoso, serta Danramil Sukodadi Kapten Inf Sobar Atnanto. Ketua PSHT Cabang Lamongan, Kangmas Harto, S.Pd., M.M., memimpin langsung jalannya kegiatan.

Dalam forum tersebut, dilakukan penyerahan surat keputusan kepada 18 ketua ranting dan komisariat sebagai penguatan struktur organisasi. Namun lebih dari itu, arah gerak PSHT ditegaskan untuk tetap bersinergi dengan aparat serta berjalan dalam koridor hukum.

“Lamongan saat ini kondusif. Jangan dirusak oleh provokasi, terutama dari media sosial. Jika ada indikasi gangguan, segera laporkan kepada petugas,” tegas Kangmas Harto.

Dari unsur TNI, Kapten Inf Sobar Atnanto menekankan bahwa bela negara merupakan kewajiban konstitusional yang diatur dalam UUD 1945. Ia juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap negara tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melalui provokasi digital dan penyebaran informasi menyesatkan.

“Setiap warga negara wajib menjaga keutuhan bangsa. Jangan mudah terpancing. Stabilitas daerah adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan menyampaikan pesan tegas terkait penegakan hukum. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak reaktif terhadap provokasi dan mengedepankan jalur hukum.

“Jika ada provokasi, jangan reaktif. Laporkan ke 110. Negara hadir untuk melindungi. Jangan sampai terjebak tindakan yang merugikan diri sendiri secara hukum,” tegasnya.

Penguatan aspek hukum juga disampaikan Kabag Ops Kompol Budi Santoso, sementara perwakilan LBH PSHT Cabang Lamongan, Kangmas Adi Pratama, memaparkan perkembangan organisasi yang tetap berjalan sesuai aturan.

Kegiatan ditutup dengan ikrar bersama dan menyanyikan himne SH Terate sebagai simbol soliditas dan komitmen menjaga keamanan serta ketertiban.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pesan yang mengemuka pun jelas: stabilitas Lamongan bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil sinergi yang harus dijaga bersama dan hukum akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba merusaknya. (Red)