MADIUN — Suasana hangat dan penuh makna terasa dalam kegiatan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di SMPN 1 Mejayan, Kamis (9/4/2026).

Tak sekadar penyampaian aturan, kegiatan ini dikemas dengan pendekatan humanis melalui tausiyah Perda yang menyentuh kesadaran para siswa.

Kolaborasi antara Satpol PP Kabupaten Madiun dan Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menghadirkan pesan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya kewajiban, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap sesama.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD), Danny Yudi Satriawan,  menyampaikan bahwa pendekatan tausiyah Perda menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dengan bahasa yang lebih dekat dan mudah dipahami pelajar.

“Perda bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dipahami dan dijalankan dengan kesadaran. Melalui pendekatan tausiyah, kami ingin menyentuh hati para siswa agar mereka tumbuh dengan kebiasaan hidup sehat,” ujarnya.

Dalam suasana yang komunikatif, para siswa diajak memahami pentingnya PHBS sebagai pondasi kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan diri hingga lingkungan sekolah. Sementara itu, penerapan KTR ditekankan sebagai bentuk perlindungan bersama dari bahaya asap rokok.

“Sekolah adalah tempat belajar dan bertumbuh. Sudah seharusnya menjadi ruang yang bersih, sehat, dan bebas dari asap rokok,” tambahnya.

Melalui sinergi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa hidup sehat adalah investasi masa depan.

Di akhir kegiatan, para siswa tampak antusias dan mulai memahami bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil dari diri sendiri. Diharapkan, mereka mampu menjadi pelopor gaya hidup sehat sekaligus penjaga lingkungan bebas rokok di sekitarnya. (Febri)