MADIUN — Di tengah berkembangnya berbagai fenomena sosial yang kerap dikaitkan dengan hal-hal mistis, masyarakat diimbau untuk tetap mengedepankan akal sehat dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Hal tersebut disampaikan oleh Romo Cokro Witjaksono, pengasuh Pondok Siswa Raharjo, dalam keterangannya di Kediaman Desa Darmorejo Caruban. Ia menegaskan bahwa antara mistis dan nalar sejatinya tidak perlu dipertentangkan, melainkan harus ditempatkan secara seimbang dalam kehidupan sehari-hari.

“Manusia hidup tidak hanya dengan logika, tetapi juga dengan rasa dan keyakinan. Namun, jangan sampai hal yang bersifat mistis justru menghilangkan nalar kita sebagai manusia,” ujarnya, Jum’at (27/4/2026).

Menurutnya, sikap bijak sangat diperlukan agar masyarakat tidak terjebak dalam dua kutub ekstrem, yakni terlalu mempercayai hal-hal gaib tanpa dasar yang jelas, atau sebaliknya menolak sepenuhnya tanpa membuka ruang pemahaman.

Ia juga mengingatkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai landasan dalam menyikapi berbagai fenomena yang berkembang. Dengan bekal ilmu dan ketenangan hati, masyarakat diharapkan mampu memilah mana yang dapat diterima secara logika dan mana yang menjadi bagian dari keyakinan pribadi.

“Orang yang bijak adalah mereka yang mampu menempatkan antara kepercayaan dan akal sehat secara proporsional. Jangan mudah percaya, tapi juga jangan mudah menolak,” tambahnya.

Melalui pesan tersebut, Romo Cokro Witjaksono berharap masyarakat dapat lebih dewasa dalam menyikapi isu-isu yang berkembang, serta tetap menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan rasionalitas dalam kehidupan bermasyarakat. (Adipati).