NGAWI – Warga Kabupaten Ngawi menyoroti menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN). Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memantik beragam komentar dari warganet.
Sorotan bermula dari unggahan akun Solikin di salah satu grup media sosial. Ia mempertanyakan kualitas menu yang diterima siswa dengan anggaran Rp15.000 per porsi.
“Bujet 15.000 dapatnya kaya gini apa cuma buat ajang korupsi doang apa gimana,” tulisnya, sembari mempertanyakan penggunaan anggaran tersebut kepada Bupati Ngawi.
Unggahan itu kemudian menuai berbagai respons. Akun Areva Sista menuliskan bahwa menu yang diterima anaknya berupa pisang goreng, telur, pisang kepok, dan kacang, sehingga mempertanyakan variasi serta nilai gizinya.
Sementara akun Ludi Hartanto berkomentar, “Hampir semua di daerah sama menunya abon dan roti. Mungkin sapi yang kepala MBG bilang ribuan sapi dalam bentuk sachet.”
Hal senada juga diungkapkan seorang warga yang enggan disebut namanya. Ia menilai menu MBG cenderung kering dan minim variasi.
“Menu MBG kering padahal tidak ada operasional masak, tapi kok tambah makin hari makin miris,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menu yang menjadi sorotan diketahui berasal dari SPPG Ngawi Margomulyo 2. Kepala SPPG Margomulyo Ngawi 2, Afrizal, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa menu roti, abon sapi, dan pisang ambon tersebut berasal dari pihaknya. Ia menyatakan komposisi tersebut telah memenuhi standar gizi.
“Energi 277 kkal, protein 16 gram, lemak 7 gram, karbohidrat 44 gram, serat 3,4 gram,” tulis Afrizal dalam keterangannya.
Ia juga menjelaskan rincian biaya bahan pangan per porsi, yakni roti Rp3.500, pisang ambon Rp2.000, dan abon sapi Rp4.000, sehingga total bahan makanan Rp9.500 per porsi.
“Itu sudah sesuai budget, nanti saya coba perbaiki,” ujarnya.
Lebih lanjut, Afrizal menyebut berdasarkan ketentuan dari Badan Gizi Nasional, pagu anggaran MBG sebesar Rp15.000 per porsi. Rinciannya, untuk bahan makanan porsi kecil Rp8.000 dan porsi besar Rp10.000.
Sementara biaya operasional seperti distribusi, listrik, gas, gaji karyawan, air, dan kebutuhan lain dialokasikan Rp3.000. Adapun Rp2.000 digunakan untuk fasilitas, termasuk sewa tempat dan pemeliharaan peralatan dapur.
Dengan demikian, total anggaran mencapai Rp15.000 per porsi. Namun, perbedaan antara nilai bahan pangan yang disebutkan pihak SPPG sebesar Rp9.500 dengan pagu maksimal bahan makanan hingga Rp10.000 turut menjadi perhatian warga.
Sejumlah netizen berharap adanya transparansi lebih lanjut terkait pengelolaan anggaran dan standar menu, agar program MBG benar-benar berjalan optimal serta sesuai harapan masyarakat Kabupaten Ngawi. (Mei/Adi)


Tinggalkan Balasan