NGAWI – Suasana Ahad Legi di kawasan Wisata Tawun, Kabupaten Ngawi, terasa berbeda. Pasar Djadoel yang rutin digelar di destinasi wisata tersebut kali ini mengusung tema Megengan, tradisi masyarakat Jawa dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Minggu (8/2/2026).
Dalam gelaran tersebut, para pedagang menyajikan aneka makanan khas Megengan seperti berkatan, apem, tebu, dan pisang yang dibagikan kepada pengunjung. Sajian ini menjadi simbol sedekah sekaligus doa agar diberikan keberkahan, baik bagi pelaku usaha maupun keluarga menjelang Ramadan.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, Satria Eka Widhiarsa, menjelaskan bahwa setiap penyelenggaraan Pasar Djadoel selalu dikemas secara tematik agar memiliki nilai budaya sekaligus daya tarik wisata.
“Megengan merupakan wujud sedekah dan doa menjelang Ramadan. Harapannya, tradisi ini membawa keberkahan, khususnya bagi pelaku usaha dan masyarakat Jawa pada umumnya,” ujarnya.
Selain menampilkan kekayaan budaya lokal, pengelolaan Wisata Tawun juga mulai menerapkan sistem e-ticketing sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola keuangan daerah. Digitalisasi tiket ini dilakukan untuk mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjalankan amanah Peraturan Daerah tentang retribusi.
“E-ticketing menjadi langkah nyata transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Selain lebih aman, sistem ini juga mengurangi penggunaan ATK, sehingga anggarannya bisa dialihkan untuk kebutuhan lain,” jelas Satria.
Berdasarkan data pengelola, pada Minggu, 8 Februari 2026, pendapatan Wisata Tawun tercatat sebesar Rp44.910.000 dengan jumlah pengunjung mencapai 4.491 orang.
Sementara itu, Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, yang kerap menggaungkan tagar #PiknikNingNgawiAE, menilai keberadaan Wisata Tawun dan Pasar Djadoel memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, target PAD Wisata Tawun tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp886.114.000 optimistis dapat tercapai melalui penyelenggaraan Pasar Djadoel yang digelar beberapa kali dalam setahun.
“Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, Wisata Tawun tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan sarana pelestarian budaya lokal,” tutupnya. (ADI)


Tinggalkan Balasan