Pangkalpinang, terbitanbabel.com – Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang melaksanakan launching inovasi SI KOMPAK PGK (Strategi Implementasi Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah Atasi Sampah Kota Pangkalpinang)
Acara launching dilaksanakan bersamaan dengan acara gotong royong akbar yang digelar di Alun Alun Taman Merdeka Pangkalpinang.
Si Kompak merupakan implementasi proyek perubahan yang disusun oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang Bartholomeus Suharto dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II angkatan X Lembaga Administrasi Negara tahun 2023
Bartholomeus Suharto mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani sampah dapat diterapkan dengan berkelanjutan karena banyak kegiatan yang dapat dilakukan dalam konsep kolaborasi tersebut.
“Yang pertama adalah penanganan sampah dari sumber yang dimulai dari pemilahan, pewadahan sampai ke pengangkutan dan pengelolaan di TPA,” katanya
Disebutkan Suharto, tanggung jawab sampah tidak hanya dari pemerintah saja tapi juga tanggung jawab bersama seperti dunia usaha dan perusahaan perusahaan, untuk itu ia berharap ada kemitraan yang bisa membantu untuk pengangkutan dalam bentuk CSR
“Itu bisa dilakukan di level pengangkutan, jadi tingkat pengangkutan, mungkin dari sisi kendaraan dan kita sudah cukup tua mungkin perusahaan perusahaan untuk kemitraan bisa membantu pengangkutan dalam bentuk CSR misalnya mobil kuning, karena mobil kita usianya sudah cukup tua,” sebut Suharto Jum’at (11/08/23)
Selanjutnya, Suharto menjelaskan untuk pengurangan sampah bisa dimulai dari tingkat rumah tangga, industri maupun di kantor-kantor sampai ke usaha daur ulang sampah itu sendiri sehingga bisa bernilai ekonomis berdaya guna dan bisa menghasilkan
“Pengurangan sampah melalui bank sampah dari sekolah-sekolah dari tempat-tempat usaha dari Kelurahan ataupun di kelompok kerja seperti yang RT atau posyandu PKK di kelurahan itu bisa membuat bank sampah unit, semua bisa bersinergi dan kolaborasi. Sedangkan untuk pengelolaan kita melakukan kerjasama seperti dengan PLN melalui program Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJB) itu sudah berjalan,” jelasnya
Disebutkan Suharto bahwa ini juga salah satu tujuan mempertahankan usia TPA Parit Enam yang saat ini kondisinya sudah overload.
“Saat ini kita masih menunggu Pak Gubernur menyiapkan lahan untuk TPA regional, baru nanti kita minta Kementerian untuk membangunnya, mudah mudahan segera dapat lokasinya,” pungkas Suharto.


Tinggalkan Balasan