Pangkalpinang, terbitanbabel.com – Menghadapi Porprov 2023, Pangkalpinang diterpa isu mutasi atlet yang berasal dari beberapa cabang olahraga.
Jika hal itu terjadi tentu saja akan berdampak pada raihan prestasi Pangkalpinang pada Porprov nanti, apalagi atlet yang mengajukan mutasi adalah atlet andalan dan berpeluang memperoleh medali emas pada pesta olahraga multi event tersebut.
Pencak Silat jadi salah satu cabang olahraga yang telah merekomendasikan mutasi atlet kepada KONI. Dalam surat rekomendasi prinsip mutasi yang dikeluarkan IPSI tersebut, salah satu dasar persetujuan cabor terhadap mutasi atlet adalah pembatalan program atlet unggulan tahun 2021 dari KONI Pangkalpinang.
Ketua KONI Pangkalpinang Fauzi Trisana membantah penghapusan program atlet unggulan, dikatakan Fauzi bahwa program tersebut bukan dihapus, hanya tidak berjalan saja
“Sebenarnya dengan kondisi tahun 2021 karena covid 19, semua anggaran di pangkas jadi sebenarnya program tersebut bukan dihapus tetapi tidak jalan, kita juga waktu itu tidak maksimal karena kondisi tersebut,” ucap Fauzi usai rapat koordinasi dengan Dispora kota Pangkalpinang, Selasa (24/10/2022)
Dalam surat itu juga, disebutkan bahwa belum pastinya Pangkalpinang mengirimkan atlet pada Porprov 2023 menjadi alasan persetujuan mutasi dari IPSI Pangkalpinang berdasarkan rapat kerja KONI Pangkalpinang tanggal 25 Mei 2022, namun hal itu dibantah oleh Fauzi Trisana
Fauzi menjelaskan dalam rapat tersebut KONI Pangkalpinang tidak menyebutkan tidak mengirimkan atlet pada Porprov 2023.
“Raker itu sebenarnya kita tidak ada menyebut tidak mengirim atlet, kita pada Juni sudah TC berjalan dengan atlet unggulan berjumlah 65 orang, cuma yang jadi persoalan mungkin karena IPSI belum seleksi mereka belum mengirim atlet, untuk cabor lain sudah jalan,” jelas Fauzi di kantor Dispora kota Pangkalpinang
Terkait mutasi atlet, Fauzi mengatakan hanya beberapa atlet saja yang mau mutasi dengan alasan pribadi dan Ia memastikan bahwa KONI Pangkalpinang tidak pernah memberikan rekomendasi mutasi atlet.
“Kalau kami dari KONI dan cabor telah berusaha mengajak mereka berdiskusi tapi kadang dalam tanda kutip ada janji janji dari kabupaten lain yang membuat mereka tergiur tapi dengan aturan yang dikeluarkan KONI provinsi mutasi itu tidak mudah ada 4 poin yang harus dipenuhi,” kata Fauzi
(D-26)


Tinggalkan Balasan