Pangkalpinang, terbitanbabel.com – TP PKK bersama Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang melaksanakan sosialisasi Pangan B2SA di ruang OR kantor Walikota, Rabu (18/10/2022)
Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) adalah aneka ragam bahan pangan baik sumber karbohidrat, protein, maupun vitamin dan mineral yang bila dikonsumsi dalam jumlah seimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan dan tidak tercemar bahan berbahaya yang merugikan kesehatan
Ketua Pokja III TP PKK Kota Pangkalpinang Zumalia Miego mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin hubungan kerja sama dengan beberapa dinas di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, salah satunya Dinas Pangan dan Pertanian berupa Memorandum of Understanding (MoU).
Zumalia menegaskan kerja sama tersebut sebagai bentuk keseriusan TP PKK Kota Pangkalpinang untuk mewujudkan Pangkalpinang zero stunting.
“Sosialisasi ini dalam rangka pengentasan stunting ada Perwako-nya dari Pemerintah Kota Pangkalpinang, nah bentuk kerja sama kami TP PKK bersama Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang mengadakan sosialisasi mengenai menu B2SA pangan lokal non-beras dan terigu. Setelah sosialisasi nanti ada rangkaian lanjutan lomba menu B2SA tanggal 26 Oktober nantinya,” sebut Zumalia.
Istri dari kepala Dinas PUPR Kota Pangkalpinang yang akrab disapa Meli ini menyebutkan bahwa sosialisasi ini diikuti oleh 11 Kelurahan yang ada di Kota Pangkalpinang
“Sosialisasi ini diikuti 11 Kelurahan dan yang terindikasi ada stunting sekitar 36 anak, harapan kami dengan adanya sosialisasi ini TP PKK Kelurahan lokus stunting bisa membantu mengatasi stunting di kelurahan, setidak-tidaknya mengurangi,” sebut Meli.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Samri menyampaikan pihaknya telah menjalin hubungan kerja sama dengan TP PKK Kota Pangkalpinang, bahkan dari tahun 2021 lalu telah ada komitmen pengentasan stunting.
“Karena salah satu program kami bagaimana memberikan pelajaran pemberdayaan perempuan khususnya yang ada di Kota Pangkalpinang ini dalam rangka mensukseskan program kerja Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang. Harapan kita ibu-ibu PKK selain sebagai ibu rumah tangga juga berperan serta mewujudkan Kota Pangkalpinang bebas dari stunting”, sebutnya.
Terkait hal tersebut, Samri berharap pelaksanaan pengentasan stunting dilakukan secara berkala, sehingga akan adanya monitoring dan evaluasi untuk menentukan pembangunan di tahun yang akan datang.
Setelah sosialisasi ini, nantinya akan ada rangkaian lanjutan lomba menu B2SA tanggal 26 Oktober mendatang dan melalui lomba ini diharapkan ibu-ibu bisa memilih menu-menu baru B2SA yang berbasis pangan lokal.
(D-26)


Tinggalkan Balasan