Bangka Barat, terbitanbabel.com Sebagian warga Desa Kapit Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat yang berprofesi sebagai nelayan mengeluhkan dana sumbangan dari pihak ketiga yang seharusnya dibagi merata untuk seluruh nelayan yang terdampak, namun dana tersebut diduga dibagikan oleh ketua nelayan setempat secara tidak merata, Senin 24/01/2022.

Sebagaimana diketahui, area tangkap ikan nelayan (Teluk Kelabat dalam dan sekitarnya ) saat ini terdapat puluhan KIP, ratusan PIP dan Ponton selam beroperasi di wilayah tersebut, hal itu menimbulkan dampak serius bagi para Nelayan yang mencari ikan di area laut itu.

Terkait Dampak yang ditimbulkan, media terbitanbabel.com berhasil mengumpulkan data, bahwa pengelola KIP (Kapal Isap Produksi) baik milik PT Timah Tbk ataupun Mitranya sudah memberikan dana sumbangan secara bertahap sebagai Kompensasi bagi para nelayan Teluk Kelabat dan sekitarnya.

Mansur (62 tahun) salah satu nelayan berasal dari Desa Kapit, kepada media ini menceritakan bahwa dana sumbangan dari pihak ketiga yang diperuntukan bagi nelayan di desanya sudah diberikan oleh pihak ketiga kepada ketua Nelayan setempat bernama Wasopi, dana tersebut dimaksudkan untuk dibagikan kepada seluruh nelayan aktif. Menurut Mansur, sebanyak 32 anggota nelayan aktif di desanya hanya 18 orang saja yang menerima pembagian dananya, sedangkan dirinya dan sebelas orang lainya belum menerima sepeserpun dana bantuan dari KIP tersebut.

“Kami sebanyak 12 orang nelayan, sepeserpun belum menerima pembagian dana tersebut, padahal kami juga merupakan nelayan aktif, kami merasa berhak mendapat bagian dari dana sumbangan itu, kami membutuhkannya, kenapa kami tidak diberi bagian sedangkan anggota nelayan lainnya sudah mendapatkan bagian” kata Mansur.

Mansur menyatakan bahwa dirinya bersama 11 orang lainnya merupakan nelayan aktif, hal itu bisa dibuktikan dengan Kartu Nelayan yang masih berlaku dan peralatan tangkap ikan seperti Perahu, Jaring dan perlengkapan lainnya.

Terkait dana sumbangan pihak ketiga yang yang disumbangkan sebagai bantuan untuk nelayan terdampak KIP, Mansur bersama teman -temannya merasa bingung, mereka bertanya tanya, kenapa yang lain dapat bantuan berupa Uang sedangkan mereka tidak, ada apa ini.

“Kami ini nelayan aktif, sebagai bukti, kami punya kartu dan perlengkapan alat tangkap ikan nelayan. Kenapa ketika ada dana sumbangan dari pihak ketiga sebagai bentuk bantuan bagi seluruh nelayan yang seharusnya dibagikan secara merata kepada seluruh nelayan justru dibagikan dengan cara tidak merata, kami selaku nelayan aktif tidak dapat, sedikitpun, ini tidak adil, sedangkan nelayan lainnya sudah dapat, ada apa ini” kata Mansur.

Sementara Wasopi Ketua Nelayan Desa Kapit ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler mengakui bahwa total nelayan di desanya sebanyak 32 orang, 2 orang diantaranya sudah meninggal dunia, dan 12 orang lainya itu menurut dia sudah tidak aktif. Wasopi selaku ketua nelayan setempat mengakui dana sumbangan dari pihak ketiga sudah diterima olehnya dan sudah dibagikan kepada nelayan aktif yang jumlahnya sebanyak 18 orang.

Dana sumbangan tersebut, Lanjut Wasopi/Supi, sudah diterimanya dalam dua tahap. Menurutnya, tahap pertama diterimanya pada bulan Desember 2021 dengan total tujuh puluh juta Rupiah lebih dan tahap kedua pada bulan Januari 2022 sebanyak 80jt Rupiah.

Supi juga menjelaskan secara rinci bahwa dari nelayan yang ada hanya 18 orang saja yang menerima pembagian dana tersebut, karena menurutnya, dari 32 orang anggota nelayan tersebut 2 orang diantaranya sudah meninggal dunia dan 12 orang lainya sudah tidak aktif lagi.

“Total nelayan desa kapit itu dulunya 32 orang, namun 2 orang diantaranya sudah meninggal dunia, 12 orang lainya itu sudah tidak aktif dan 18 orang yang mendapat pembagian dari dana sumbangan KIP itu merupakan nelayan aktif” kata Supi.

“Karena dianggap tidak aktif lagi makanya ke 12 orang tersebut tidak mendapatkan pembagian dana sumbangan dari KIP tersebut” pungkasnya.

(R.V)