Bangka Barat terbitanbabel.com — Kajaksaan Negeri Bangka Barat ( Kejari Babar ) yang di wakili Kasi Intelijen Kejari Babar Mario Nicolas, SH mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 Tahun 2021 yang dilaksanakan di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat, Kamis 28/10/2021

Upacara yang juga dihadiri oleh Bupati Babar, Komandan Kodim 0431/BB, Wakapolres Babar dan Kepala OPD Kepemudaan tersebut dilaksanakan setiap tanggal 28 Oktober, upacara peringatan pada tahun ini mengambil tema “Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh”. Jika dilihat sejak 93 tahun silam, semangat sumpah pemuda masih tetap relevan dengan situasi dan kondisi saat ini, meskipun masih dalam situasi pandemi covid-19 namun semangat persatuan tersebut tumbuh menjadi kesadaran bersama untuk membebaskan diri dari penjajahan.

Semangat sumpah pemuda tahun ini harus menjadi momentum untuk bersatu dan bangkit menghadapi keterpurukan serta menyongsong kemajuan bangsa.
Sumpah Pemuda adalah suatu ikrar pemuda-pemudi Indonesia yang mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar tersebut adalah hasil putusan rapat Pemoeda-Pemoedi atau Kongres Pemuda II yang digelar pada tanggal 27-28 Oktober 1928.

Peran pemuda sebagai agen of change berarti “Seorang pemuda harus siap untuk menatap masa depan, harus bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi arus informasi dan tantangan globalisasi ini. Sebagai agen of change atau agen perubahan, pemuda dituntut untuk mampu mengikuti dan beradaptasi dengan perkembangan zaman yang serba modern ini. Maka dari itu, agar tidak salah dalam melangkah, seorang agen perubahan harus dibekali dengan ilmu. Utamanya ilmu tentang hakikat diri seorang pemuda. Ilmu dan taqwa merupakan kunci dalam menjalani dan menghadapi era sekarang dan mendatang”.

Sumpah Pemuda yang merupakan ikrar sakral para pemuda dari berbagai penjuru Indonesia yang telah diucapkan pada Kongres Pemuda II tahun 1928 yang lalu menjadi salah satu tonggak dalam pergerakan Indonesia menuju kemerdekaan. Dari sumpah pemuda tersebut pula, membuktikan bahwa tanah air kita yang terdiri dari beragam suku bangsa ini ternyata dapat Bersatu, serta mempunyai satu visi yang sama, yakni kemerdekaan Indonesia.

Dari banyak peristiwa sejarah bangsa ini, menjadi tak berlebihan jika pemuda akhirnya dinobatkan sebagai nahkoda dari pergerakan Indonesia. Pemudalah pelopor dalam terwujudnya Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) 1966, yang saat itu menentang orde lama yang sudah tercemari ideologi selain Pancasila. Pemuda juga menjadi garda terdepan dalam usaha mengakhiri orde baru yang dinilai penuh intrik kotor dalam politik.

Semangat sumpah pemuda tidak hanya sebatas ikrar dalam kebangsaan, namun lebih kepada tanggung jawab untuk berkontribusi pada ibu pertiwi. Menjadikan Indonesia sebagai identitas kebanggaan, sekaligus siap berkorban tenaga demi semakin bergaungnya Indonesia di mata dunia.

Ditempat terpisa, Kajari Babar Helena Octavianne SH, MH mengatakan, semangat Sumpah Pemuda perlu diaktualisasikan agar tetap relevan dan terpatri dalam sanubari para pemuda Indonesia. Pembangunan jiwa dan raga generasi muda harus terus digelorakan sebagai upaya serius dalam menjaga integritas, karakter dan semangat nasionalisme.

Kajari Babar berharap dengan dilaksanakan upacara tersebut dapat menjadi momentum bagi pemuda, tidak hanya bangkit menghadapi keterpurukan di berbagai lini dan sektor kehidupan, pemuda juga mesti mempunyai peranan besar untuk memberi contoh kepada masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi dari pemerintah sehingga dapat terhindar dari penyebaran covid-19. Momen ini juga diharapkan dapat mendorong para pemuda Indonesia untuk lebih kreatif dan bangkit serta tetap produktif selama masa pandemi covid-19, dan tidak melupakan Pancasila dan sejarah perjuangan bangsa ini.

“Dengan peringatan hari sumpah pemuda tersebut diharapkan juga ide dan gagasan dari pemuda Indonesia tentang komitmen persatuan dan kesatuan bangsa dalam merajut masa depan Indonesia yang adil dan makmur dapat diimplementasikan dengan baik serta menjadikan pemuda sebagai garda terdepan dalam gerakan kebangkitan untuk melawan pandemi covid-19 dan mendukung program pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)” kata Kajari.

( R.V )