Bangka Tengah, terbitanbabel.com – Meski dalam situasi Pandemi Covid 19 saat ini, Pemuda Batak Bersatu (PBB) masih terus berkarya dalam berbagai kegiatan sosial.

Hal Itu diungkapkan Anggota DPRD Prov Kep Babel, Jahansen Tumanggor pada rapat konsolidasi yang dihadiri pengurus DPD PBB Prov Kep Babel,DPC PBB Kota PangkalPinang, Bangka, Mentok, Toboali dan PAC PBB Belinyu, Minggu (11/4) Hotel Grand Vella, Bangka Tengah

Tumanggor berharap organisasi Pemuda Batak Bersatu yang baru berusia 6 bulan di
Prov Kepulauan Bangka Belitung kedepannya dapat memberikan kontribusi positif, serta ikut serta dalam roda pembangunan bangsa dan Negara Indonesia.

“Dalam membangun dan memajukan PBB, rekan-rekan juang (sapaan buat anggota
PBB-red) harus solid dan satu visi misi, teruslah berupaya agar bisa diterima di
masyarakat dan jadikan organisasi yang elegan dan bermartabat,” ujarnya.

Ketua DPD Pemuda Batak Bersatu(PBB) Prov Kep Babel ,Nicolas Abraham
Rumapea dalam sambutannya mengatakan tujuan dilaksanakannya rapat
konsolidasi untuk meningkatkan komunikasi, sinergitas dan soliditas antar pengurus, baik yang berada ditingkat provinsi (DPD), Kabupaten (DPC) dan PAC di Bangka Belitung.

Nicolas menghimbau agar seluruh kader kader Pemuda Batak Bersatu agar tetap
semangat dan solid sebagaimana aturan yang tertuang dalam AD/ART yang telah di
tetapkan.

“Rapat konsolidasi ini bertujuan untuk penguatan bagaimana DPD dan DPC
PBB yang ada di provinsi Bangka Belitung semakin kuat dan tetap solid dalam
menjalankan roda organisasi ini dengan baik sebagaimana yang telah tertuang
dalam visi-misi PBB,” ungkapnya
.
Kepada para ketua DPC, PAC dan seluruh kader kader di provinsi Kepulauan Bangka
Belitung, Nicolas berpesan agar bersama sama menjaga PBB ini dengan baik, dapat
menjadi motor penggerak dengan mengedepankan kasih bagi sesama terlebih dapat menjadi mitra pemerintahan dalam pembangunan daerah.

Nicolas dengan tegas mengatakan menolak segala bentuk intoleransi, berita hoax karena pihaknya memiliki moto empat pilar yakni, solidaritas, toleransi, rukun dan gotong royong.

“Yang pasti kita sangat menolak yang namanya radikalisme dan intoleransi maupun berita yang memecah belah bangsa,” tegasnya.

Menyikapi pertanyaan anggota PBB yang hadir dalam rapat itu, Nicolas mengatakan
dengan menjalankan roda PBB sesuai AD/ART dan visi misi Satu Rasa Satu Jiwa
akan tercipta kader kader pemimpin yang luar biasa dimasa yang akan datang.

“Organisasi kita sudah besar. Namun, hal ini bukan menjadi suatu kesombongan
untuk kita. Justru sebaliknya, membuat beban kita semakin berat. Artinya, kita harus bisa mempertanggungjawabkannya,” ucapnya.

(Budiman Siregar)