PANGKALPINANG – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025 yang digelar oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, bertempat di Swiss-Bellhotel Pangkalpinang, Rabu (06/08/2025).

Rakor ini mengusung tema “Integrasi Quick Win Kemendukbangga – Berani Cerdas, Berani Sehat untuk Indonesia Emas 2045”. Quick win yang dimaksud sesuai dengan pencanangan program Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN yang berorientasi pada dampak nyata di masyarakat, yakni;

1. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)

2. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)

3. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)

4. AKAL IMITASI (Aplikasi Konsultasi Keluarga Berbasis AI)

5. SIDAYA (Lansia Berdaya)

 

Dalam kegiatan tersebut, Algafry berkesempatan menjadi narasumber untuk memaparkan best practice implementasi Quick Win Program Bangga Kencana di Kabupaten Bangka Tengah.

Dalam paparannya, Algafry menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah melaksanakan seluruh program quick win dengan berbagai inovasi lokal yang mendukung penuh percepatan pembangunan kependudukan dan keluarga.

“Seluruh program quick win telah kami jalankan di Bangka Tengah, tentunya dengan pendekatan yang adaptif dan inovatif sesuai dengan kondisi masyarakat kami,” ucap Algafry.

Bupati juga menambahkan bahwa keberhasilan implementasi program ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak.

“Kami percaya bahwa untuk mencapai keberhasilan pembangunan kependudukan dan keluarga, perlu sinergi melalui strategi kolaboratif pentahelix, yaitu pemerintah daerah, pelaku usaha melalui CSR, akademisi, media, dan komunitas,” ungkapnya.

Algafry juga menyebutkan sejumlah inovasi yang telah dijalankan oleh Pemkab Bangka Tengah dalam mendukung program Bangga Kencana, diantaranya inovasi BANG AYI (Bersama Cegah Stunting Melalui Ayo Makan Ikan), Buku Resep Masakan BU EVA (Bergizi, Unggul, Enak, Variatif untuk Balita), SIKAT SAY (Nasi Tim, Ikan, Telur Puyuh, Sayur), SIWA KENCANA (Sistem Informasi WA Keluarga Berencana), KISANAK (Kita Sayangi Anak), INI GENTING (Implementasi Nyata Generasi Berencana Bebas Stunting), DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), DENTING (Dapur Eliminasi Stunting), JUARA (Jumat Minum Tablet Tambah Darah Bersama), NGETEM PADI BAI (Menggerakkan Menanam Kelor dan Katuk untuk Memenuhi Kecukupan Air Susu Ibu dan Kesehatan Bayi, Bersama Mencegah Stunting), RANTING EMAS (Pelayanan Tera Ulang Anti Stunting ke Puskesmas), SI-MENANTU (Siap Mengajak RT Sukseskan Posyandu), dan Pelayanan Posyandu Hambor Natak Desa Belilik.

“Semua inovasi ini kami rancang agar program-program nasional bisa lebih membumi dan berdampak langsung kepada masyarakat. Kami ingin menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di Bangka Tengah,” kata Algafry.

Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah tentang program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Gerakan Ayah Teladan Indonesia, Taman Asuh Sayang Anak, Lansia Berdaya serta percepatan penurunan stunting.

Tidak hanya itu, berbagai capaian membanggakan juga diraih oleh Kabupaten Bangka Tengah yang berhasil meraih 10 penghargaan dari 12 kategori lomba, diantaranya:

1. SMPN 1 Pangkalanbaru sebagai Terbaik 1 Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna tingkat SMP/MTs Sederajat;

2. Kabupaten Bangka Tengah sebagai Terbaik 3 Realisasi BOKB Tahun Anggaran 2025;

3. Kampung KB Clikas Desa Melabun sebagai Terbaik 2 Kampung KB Kategori Kabupaten;

4. Kabupaten Bangka Tengah sebagai Terbaik 2 Pelayanan Serentak Sejuta Akseptor Tahun 2025;

5. Kabupaten Bangka Tengah sebagai Terbaik 2 Pelayanan Serentak Sejuta Akseptor Capaian MKJP;

6. Kabupaten Bangka Tengah sebagai Terbaik 1 Pelayanan Serentak Sejuta Akseptor Capaian Peserta KB Baru;

7. Bapak Adroni dan Ibu Ika Royani dari Kecamatan Simpang Katis sebagai Terbaik 2 Pasangan KB Lestari 20 Tahun;

8. Eny Setiawati dari Kecamatan Koba sebagai Terbaik 3 Penyuluh KB ASN Terbaik;

9. TPK Kelurahan Dul sebagai Terbaik 2 Tim Pendamping Keluarga;

10. UPPKA Mutiara Desa Cambai sebagai Terbaik 3 UPPKA;

 

Bupati juga turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Dirinya berharap komitmen kuat dan inovasi ini terus berlanjut.

“Pencapaian ini menandakan bahwa Kabupaten Bangka Tengah benar-benar serius dalam mewujudkan pembangunan kependudukan dan keluarga yang berkelanjutan,” pungkas Algafry.

Kepala DPPKBP3A Bangka Tengah, Dede Lina Lindayanti, juga memberikan apresiasi dan penegasan atas peran penting sinergi dalam keberhasilan ini.

“Rakor Kemendukbangga tahun 2025 menjadi langkah strategis yang memperkuat sinergi program pembangunan keluarga berencana dan kependudukan,” tutur Dede.

Menurut Dede Lina Lindayanti, inovasi-inovasi seperti GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan super apps keluarga merupakan wujud nyata komitmen bersama menuju keluarga yang sehat dan cerdas.

“Melalui berbagai inovasi ini, kita wujudkan kualitas keluarga yang sehat dan cerdas, khususnya di Kabupaten Bangka Tengah,” tambahnya.

Ia menyampaikan bahwa capaian yang diperoleh Kabupaten Bangka Tengah dalam rakorda ini menunjukkan hasil nyata dari kolaborasi semua pihak. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga semangat kolaboratif untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian yang telah diraih.

“Semoga capaian ini menumbuhkan semangat untuk terus berkontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045 dan menjadikan Bangka Tengah sebagai contoh keberhasilan pembangunan keluarga sejahtera,” pungkasnya.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah