Warga Mengeluh Susah Dapatkan Gas Melon 3 KG

  • Whatsapp

 

Parittiga, terbitanbabel.com — Gas melon atau gas LPG 3 kilogram yang di subsidi Pemerintah untuk rakyat miskin terasa makin hari semakin langka, hal tersebut terlihat dari beberapa warga yang setiap hari mondar- mandir mendatangi pangkalan gas 3 kg yang ada di kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat, Kamis 21/01/2021.

Bacaan Lainnya

Keberadaan gas melon dengan warna tabung hijau muda yang bertuliskan “Hanya Untuk Masyarakat Miskin” tersebut mulai langka sejak awal Januari 2021, salah satu warga Dusun Jebu Darat, Non mengatakan sudah hampir satu pekan dia tidak mendapatkan gas 3 kg. Dirinya mengeluhkan setiap dapat informasi mengenai kedatangan mobil pengangkut gas ke beberapa pangkalan di Kecamatan Parittiga namun dirinya tidak pernah kebagian, dia menuturkan setiap pemilik pangkalan gas 3 kg yang didatanginya selalu beralasan gas sudah habis.

“Iya ni, sudah hampir seminggu kami tidak kebagian gas kecil, setiap pangkalan yang kami datangi selalu beralasan gas sudah habis,” kata non.

Salah satu pemilik pangkalan gas 3kg di Desa Puput, Ayg mengatakan pangakalan miliknya beberapa pekan terahir hanya di suplay oleh PT IPPR sebanyak 80 tabung sedangkan masyarakat yang antri kurang lebih 100 orang, Ayg juga menuturkan pangkalan gas miliknya pada desember lalu biasanya di suplay hingga lebih dari 100 tabung namun semenjak memasuki januari ini khususnya beberapa pekan terahir cuma di kasih sebanyak 80 tabung saja.

“Beberapa pekan terahir ini kita cuma dikasih sebanyak 80 tabung saja, dan masyarakat yang sudah antri sejak pagi kadang itu lebih dari 100 orang” kata Ayg.

Dengan demikian sebagian masyarakat pengantri gas melon di pangkalan milik saudara Ayg tidak kebagian.

Senada dengan Ayg, pemilik pangkalan gas LPG 3kg yang beralamat di jalan Air kuang, Asn juga mengaku ditempatnya juga hanya di suplay oleh pihak Distributor sebanyak 80 tabung saja sedangkan masyarakat yang sudah menunggu jauh lebih banyak dari jumlah tabung yang diberikan.

“Itula sebabnya sebagian masyarakat tidak kebagian gas melon, karena jumlah tabung yang dikirim ke kita lebih sedikit dari biasanya” Kata Asn.

Sementara pihak PT IPPR ( Inti Putri Pusaka Raya ) selaku penyalur gas LPG 3kg ke Wilayah Kecamatan Parittiga melalui managernya Ariansyah ketika dikonfirmasi mengatakan, penyaluran gas ke seluruh wilayah Kabupaten Bangka Barat tetap normal seperti biasa, tidak ada pengurangan jumlah tabung yaitu setiap pangkalan rata rata disuplay sebanyak 80 tabung. Apabila ada pangkalan yang mendapat suplay lebih dari 80 tabung itu karena sedang ada bantuan dari PT Pertamina.

“Tidak ada pengurangan tabung, rata- rata setiap pangkalan mendapat 80 tabung, apabila lebih dari 80 itu artinya sedang ada bantuan dari pihak PT Pertamina” kata Ariansyah.

Masih menurut Ariansah, yang jadi persoalan langkanya gas subsidi di tengah masyarakat adalah para pengecer dan pengguna subsidi yang tidak tepat sasaran, subsidi artinya untuk orang miskin. Manager PT IPPR juga tidak menepis pengiriman gas dari Palembang yang terkendala mengingat saat ini golombang di laut sedang meningkat.

{ R.V }

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *